Thursday, February 14, 2013

Cuci Baju



Ritual cuci baju dalam rangkaian perjalanan panjang harus diatur dari awal supaya stock pakaian bersih tetap terjaga.
Biasanya saya menjadwalkan cuci baju setiap 3-5 hari sekali, dilakukan diperhentian yang agak santai,dalam artian hari itu tidak melakukan kegiatan “padat dan berat” misalnya overland atau mendaki gunung.
Laundry di hotel biasa sistim tarip per potong sesuai kategorinya masing2, dan itu jarang saya lakukan karena mahal.
Pernah karena terpaksa, pada waktu menginap di hotel dikota Amman Jordan, saya dan teman seperjalanan memakai jasa laundry hotel. Tanpa sengaja kami kelupaan menanyakan baju yg tidak kembali keesokan harinya. Sampai pada malam kami melakukan packing utk berangkat esok paginya, baru teringat baju yg masih ada ditempat laundry. Jadi malam2 saya turun ke front office untuk mengambilnya.
Salahnya waktu itu petugas tidak memberi tanda terima,maklum hotel kecil dan bukan musim liburan sehingga tidak banyak turis yg menginap.Lagipula tamu bermuka Asia cuma kami,selebihnya muka bule atau timur tengah..begitu alasannya.Ternyata nama kami tidak diketemukan ditumpukan baju2 yg sudah selesai di laundry . Lalu petugas itu bilang kalau ketemu ditempat laundrypun harus menunggu besok sampai mereka mengantar ke hotel, karena mereka memakai jasa laundry luar!! Astaga..padahal besok pagi2 sekali kami harus check out. Ditempat laundry pun tidak diketemukan..aduuuh!! Jadi dimana gerangan baju2 kami?? Lalu saya ingat orang yg bertugas di front office waktu menyerahkan pakaian kotor, kebetulan bukan yg bertugas saat itu. Ditelfonlah si petugas yg saya maksud itu…ternyata dia lupa setor ke tukang laundry…bungkusan baju kami masih ada dibawah meja reception..utuh seperti semula,masih kotor..halaaah!!

Laundry aneh saya temui waktu menginap di hotel baru,modern,keren, bagus, bersih, lokasi strategis ditengah kota dan murah yg saya dapat melalui internet. Dikota Chengdu China.
Selepas overland seminggu di Tibet , dimana tidak memungkinkan cuci baju karena tiap malam selalu pindah2 kota, pakaian kotor setumpuk menunggu dicuci. Di hotel ini tarip laundry nya murah..takarannya sekantong plastic besar boleh diisi sepenuhnya..jadilah saya bersama Mary yg Canada mengisi satu kantong dengan pakaian2 kotor kami. Mary teman baru yg saya kenal diperjalanan overland ,saya ajak menginap bareng, karena dia belum punya hotel di Chengdu.
Malam sepulang kami dari jalan2 sepanjang hari, kantong plastic pakaian sudah ada di kamar
Tidak pernah terbayang bahwa pakaian kembali dalam keadaan basah!! Entah karena komunikasinya salah, atau pengertian taripnya salah,entah hotelnya masih baru sehingga mesin pengering belum tersedia..pokoknya malas klarifikasi …susah ngomongnya. Yang jelas Mary dan saya pasrah , sambil berebutan gantungan baju yg tersedia di cabinet. Itupun masih kurang, disampir dimana mana..di kaca shower, gantungan handuk, handle pintu, bahkan saya mengeluarkan stock tali raffia untuk jemur2…mana kondisi Chengdu sangat lembab, sehingga pakaian lama keringnya.
Urusan cuci baju kalau menginap di motel atau hostel ada seninya sendiri. Penginapan jenis ini dikota besar ataupun kecil rata2 menyediakan fasilitas mesin cuci dan pengering yang bisa kita gunakan , memakai coin untuk pengoperasiannya.
Pengalaman mengajarkan saya untuk bertanya sedetail detailnya pada waktu check in, supaya cuci mencuci lancar. Mesin ada berapa, supaya tahu apakah saya bisa leluasa menggunakan mesin (tidak berebut dengan tamu lain). Kalau mesinnya satu, apakah ada batasan jam cuci, karena biasanya ruang cuci ada dalam gedung yg sama dengan ruangan2 tidur,sehingga kadang ada larangan menjalankan mesin pada malam hari. Menggunakan coin biasa,pecahan berapa atau harus beli coin khusus di reception,supaya tidak bolak balik ke reception untuk tukar coin, mengingat jarak ruang cuci dan reception kadang jauh,adakalanya beda gedung kalau di motel, atau terletak dilantai yg berbeda sehingga harus naik turun tangga…hostel jarang yang ada lift nya.
Pertama kali saya menggunakan mesin cuci ala self service, cukup norak juga..berhubung bentuk mesin cucinya model industri, besar2 dan bertumpuk tumpuk..beda dengan yang dirumah rumah. Tidak ada seorangpun yang bisa ditanya.
Secara dirumah aja saya tidak pernah menjalankan mesin cuci, jadi main kira2 saja pakaian dan sabun saya masukkan ke tabung, pengatur air panas dan lain2 sudah saya stel..coin saya masukkan ke slotnya…lampu dekat slot coin menyala.
Tidak ada bunyi apa2..woow silent betul..lalu saya tinggal nonton TV di ruang gymn disebelahnya. Kira2 15 menit saya periksa apakah cucian saya sudah selesai..lho..timernya kok masih ga berubah.. Kebetulan mesinnya bukan model yang ada kaca didepan, jadi saya buka tutup tabungnya,..masih posisi kering dengan taburan sabun bubuk utuh diatas pakaian2..yah berarti airnya saja belum masuk. Penasaran saya cari cari dibelakang mesin, mungkin ada stop kran pengaman disana. Tidak ada kelainan apa apa, steker listrik juga ada pada tempatnya. Jadi apa yang salah??
Ternyata secara tidak sengaja saya melihat ada tombol disamping slot coin, tring..bunyi coin jatuh kedalam mesin..lalu nguuuuung….mesin nyala….ooooo gitu.

Pernah saya sambil nunggu cucian, malam2 duduk diatap hostel tepat pada hari kemerdekaan Mexico. Kebetulan hostelnya menghadap ke plaza Independence yang luas, dikelilingi bangunan2 kuno dimana fa├žade nya dihiasi lampu2 merah putih hijau sesuai warna bendera Mexico….meriah sekali, ditambah kembang api yg bertaburan sepanjang malam. Ditengah plaza ada banyak kelompok2 Indian yg menari berputar membentuk lingkaran besar,mengelilingi sang pemimpin ..diiringi nyanyian magis dan bunyi crik crik crik dari logam yg diikatkan dipergelangan kaki, bunyinya sesuai irama hentakan kaki penari2nya. Turis juga boleh ikut menari . Tidak ketinggalan asap dupa yang di tiup tiup oleh sang pemimpin ditengah lingkaran…

Saya pernah ketemu tulisan di ruang cuci hostel di Christchurch New Zealand : “don’t put shoes on dryer blablabla…”…ahhaaa…rupanya pernah kejadian ada yang ketahuan nyuci sepatu pakai mesin cuci.. sampai mesinnya rusak.


Oya…jangan pernah usaha cari setrikaan di fasilitas cuci hostel, baju2 turis kelas hostel ga pernah butuh diseterika. Kalau pakaian baru keluar dari pengering, waktu hangat2 biasanya langsung saya licinkan dengan tangan, dan hasilnya lumayan ga kusut2 amat kok.

Masih soal cuci baju, di Rio de Janeiro banyak juga laundry kiloan. Kalau lihat tulisan ‘LAVA’ , artinya terima cuci kiloan. Mereka yang mengerjakan, di kios itu juga pengerjaannya. Mesin cucinya banyak dan bertumpuk tumpuk. Pagi2 drop, malam sepulang jalan jalan mampir ambil.
Taripnya juga tidak terlalu mahal.

No comments:

Post a Comment